Trenwanita.com, News – Mengatur pengeluaran rumah tangga sering kali dimulai dari hal sederhana: memastikan listrik tetap aman tanpa membuat anggaran membengkak.
Pekan ini, PT PLN (Persero) kembali memberlakukan tarif token listrik untuk periode 16 hingga 22 Februari 2026, dengan skema berbeda antara pelanggan subsidi dan non-subsidi.

Tidak ada kenaikan tarif dasar. Namun, jumlah kWh yang diterima bisa terasa berbeda dan di sinilah pentingnya memahami detailnya.
Rincian Tarif Dasar Listrik Pekan Ini
PLN menetapkan tarif berdasarkan daya listrik dan status subsidi. Berikut angka yang berlaku:
Golongan Bersubsidi
- 450 VA: Rp415 per kWh
- 900 VA: Rp605 per kWh
- Golongan Non-Subsidi
- 900 VA-RTM: Rp1.352 per kWh
- 1.300 VA & 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
- 3.500–5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
- Di atas 6.600 VA: Rp1.699,53 per kWh
Pelanggan prabayar dapat membeli token mulai nominal kecil hingga Rp1 juta.
Setelah kode dimasukkan, sistem akan otomatis mengonversi nilai pembelian menjadi kWh dan langsung menambah saldo pada meteran elektronik.
Kenapa Jumlah kWh Bisa Berbeda?
Banyak yang mengira nominal token sepenuhnya berubah menjadi kWh.
Faktanya, ada komponen Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang dipotong terlebih dahulu. Besaran pajak ini ditetapkan oleh pemerintah daerah, sehingga bisa berbeda antarwilayah.
Sebagai gambaran di DKI Jakarta:
- Daya hingga 2.200 VA: PPJ 2,4%
- Daya 3.500–5.500 VA: PPJ 3%
- Daya 6.600 VA ke atas: PPJ 4%
Artinya, semakin besar daya listrik rumah, potongan PPJ juga bisa lebih tinggi.
Misalnya, pelanggan 900 VA non-subsidi di Jakarta yang membeli token Rp100.000 akan dipotong PPJ 2,4% (Rp2.400).
Sisa Rp97.600 kemudian dikonversi ke kWh sesuai tarif Rp1.352 per kWh, sehingga menghasilkan sekitar 72,19 kWh.
Bandingkan dengan pelanggan 6.600 VA yang membeli nominal sama. Selain tarif dasar lebih tinggi, potongan PPJ mencapai 4%, sehingga kWh yang diterima sekitar 56,49 kWh.
Selisih ini murni karena kombinasi tarif dasar dan kebijakan pajak daerah—bukan karena adanya kenaikan harga listrik nasional.
Beli Token? Pastikan Lewat Kanal Resmi
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, mengingatkan agar pembelian token dilakukan melalui saluran resmi seperti aplikasi PLN Mobile, situs resmi PLN, atau mitra pembayaran yang terverifikasi.
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Transaksi lewat kanal resmi meminimalkan risiko kesalahan kode, penipuan, atau potensi kerugian lain yang bisa mengganggu kenyamanan.
Strategi Cerdas Mengelola Listrik di Rumah
Bagi banyak perempuan modern yang mengelola keuangan keluarga, memahami struktur tarif ini membantu membuat perencanaan lebih presisi. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Cek daya listrik rumah dan pastikan sesuai kebutuhan.
- Perhatikan persentase PPJ di daerah masing-masing.
- Gunakan fitur pemantauan konsumsi di PLN Mobile untuk mengontrol pemakaian.
Tarif periode ini berlaku selama tujuh hari dan akan dievaluasi kembali sesuai kebijakan pemerintah.
Informasi terkini bisa dipantau melalui aplikasi PLN Mobile atau layanan pelanggan PLN di 123.
Di tengah berbagai pengeluaran rutin, memahami detail kecil seperti ini bisa memberi kendali lebih besar atas anggaran tanpa harus mengorbankan kenyamanan di rumah.