in ,

Legenda TVRI Yogyakarta, Mbok Beruk, Tutup Usia: Seni Tradisi Kehilangan Sosok Penting

Share

Trenwanita.com, News – Ada suara yang tak sekadar terdengar, tapi melekat dalam ingatan.

Advertisements

Bagi banyak penonton setia TVRI Yogyakarta dan masyarakat Jawa Tengah, suara itu milik Mbok Beruk yang bernama asli Sumisih Yuningsih.

Legenda TVRI Yogyakarta, Mbok Beruk, Tutup Usia: Seni Tradisi Kehilangan Sosok Penting
Mbok Beruk, image by IG: pajangannews

Kabar berpulangnya Sumisih Yuningsih pada Sabtu pagi (14/2/2026) bukan hanya duka bagi keluarga, melainkan kehilangan besar bagi panggung seni tradisi yang telah ia rawat puluhan tahun.

Di layar kaca, Mbok Beruk bukan figur pelengkap. Ia adalah nyawa dalam program Obrolan Angkringan di TVRI Yogyakarta.

Karakternya perempuan paruh baya yang judhes, ceplas-ceplos, dan kerap memancing debat justru menjadi magnet utama.

Sosok “antagonis” yang ia bangun terasa begitu hidup, hingga penonton menunggu-nunggu momen saat ia melempar sindiran tajam atau parikan yang spontan.

Antagonis yang Menghidupkan Cerita

Dalam dunia komedi, tidak semua orang berani mengambil peran yang berisiko tak disukai.

Mbok Beruk justru menjadikan karakter galaknya sebagai kekuatan. Ia memerankan perempuan yang cerewet dan kadang menyebalkan, namun di balik itu terselip kecerdasan dan kepekaan sosial.

Setiap dialognya terasa alami. Parikan yang ia lontarkan bukan sekadar humor, tetapi cerminan penguasaan budaya Jawa yang kuat.

Ia paham ritme, tahu kapan harus menyengat, dan kapan memberi ruang bagi lawan mainnya. Tanpa kehadirannya, dinamika “angkringan” terasa kurang lengkap.

Bagi perempuan modern hari ini, Mbok Beruk menghadirkan representasi berbeda: perempuan yang berani bersuara, tegas, dan tidak takut terlihat “keras”, namun tetap jenaka dan cerdas.

Jalan Panjang Seorang Pengabdi Seni

Nama Mbok Beruk memang populer lewat televisi, tetapi jejak keseniannya jauh melampaui layar kaca.

Ia tumbuh dalam lingkungan seni ayahnya adalah seniman ketoprak. Dari sana, kecintaannya pada panggung bertunas.

Kariernya dimulai sebagai penari klasik yang dikenal luwes. Ia kemudian mengabdi sebagai penyiar di RRI Yogyakarta, sebelum aktif di berbagai panggung tradisi seperti ketoprak, Dagelan Mataram, hingga uyon-uyon.

Konsistensinya membawanya terlibat dalam pementasan Indonesia Kita bersama Butet Kartaredjasa sebuah ruang seni yang dikenal menjaga napas tradisi dengan pendekatan kontemporer.

Perjalanan itu bukan jalur instan. Ia melewati panggung-panggung kecil, latihan panjang, dan dinamika dunia seni yang tak selalu gemerlap. Namun justru di situlah keteguhannya terbentuk.

Penghargaan untuk Dedikasi Seumur Hidup

Pengabdiannya pada dagelan Mataram dan seni tradisi Jawa tidak luput dari apresiasi.

Ia menerima Anugerah Kebudayaan dari Gubernur DIY pada 2019, serta Penghargaan Dedikasi Seni Tradisi dari Bentara Budaya Yogyakarta pada 2023.

Budayawan Bambang Paningron pernah menyebutnya sebagai seniman dengan pengabdian yang utuh.

Bahkan ketika usia dan kesehatan mulai membatasi, ia tetap berupaya tampil maksimal saat sorot lampu panggung menyala. Profesionalisme itu menjadi standar yang ia jaga hingga akhir hayat.

Lebih dari Sekadar Pelawak

Kepergian Mbok Beruk meninggalkan ruang kosong, tetapi juga warisan penting: bahwa seni tradisi bisa tetap relevan bila dirawat dengan integritas dan keberanian bereksperimen dalam batas nilai budaya.

Kini, suara cempreng dan omelan khasnya mungkin hanya bisa diputar ulang melalui arsip rekaman.

Namun bagi generasi yang tumbuh bersama Obrolan Angkringan, Mbok Beruk akan selalu hadir sebagai simbol ketegasan, kecerdasan, dan ketulusan seorang perempuan yang memilih setia pada panggungnya.

Selamat jalan, Mbok Beruk. Tawa itu mungkin tak lagi terdengar langsung, tetapi jejaknya akan terus hidup dalam ingatan dan sejarah seni Jawa.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk vote

Penilaian rata-rata / 5. Jumlah suara:

Jadilah yang pertama memberi peringkat pada artikel ini.

Kami mohon maaf karena posting ini tidak berguna untuk Anda

Biarkan kami memperbaiki pos ini

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?